HMI Cianjur Kecam Tragedi Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis

Penulis: Ridha (Ketum HMI Cabang Cianjur)

OPINI

1/24/20261 min read

Cianjur, 27 Januari 2026 - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur Periode 2025–2026 menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras terjadinya tragedi keracunan massal yang menimpa sejumlah peserta didik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kadupandak, Sukanagara, dan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.

Ketua Umum HMI Cabang Cianjur, Ridha Nestu Adidarma, menilai peristiwa tersebut sebagai bentuk kelalaian serius dalam penyelenggaraan program strategis nasional yang seharusnya menjamin keselamatan dan kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis yang digadang-gadang sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045 justru berubah menjadi ancaman keselamatan jiwa. Ini adalah ironi sekaligus alarm keras bagi pemerintah daerah,” ujar Ridha dalam keterangannya.

HMI Cianjur menilai terdapat indikasi kuat ketidaksiapan sistem pengawasan dan lemahnya penerapan standar keamanan pangan, mulai dari proses pengadaan, pengolahan, hingga distribusi makanan kepada siswa. Kondisi geografis wilayah distribusi yang menantang seharusnya dibarengi dengan pengawasan ekstra dan penerapan protokol sanitasi yang ketat.

“Atas kejadian ini, kami menduga adanya kelalaian dalam penunjukan dan pengawasan terhadap vendor penyedia makanan. Jika makanan yang diterima siswa tidak layak konsumsi hingga menyebabkan keracunan massal, maka tanggung jawab tidak bisa dilepaskan begitu saja,” tegasnya.

Sebagai bentuk sikap organisasi, HMI Cabang Cianjur mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG, membentuk tim investigasi independen yang melibatkan unsur akademisi dan tenaga medis, serta membuka informasi secara transparan terkait pihak ketiga atau vendor yang terlibat.

Selain itu, HMI juga meminta adanya pertanggungjawaban moral dan administratif dari dinas terkait, Tum Satgas MBG Cianjur serta mendorong moratorium sementara distribusi Program MBG di wilayah rawan hingga seluruh standar operasional prosedur diperbaiki dan diawasi secara ketat.

“HMI Cabang Cianjur tidak akan tinggal diam. Kami akan menginstruksikan seluruh kader untuk mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan keselamatan anak-anak dan terwujudnya keadilan bagi masyarakat,” tutup Ridha.